Niat Pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar di Indonesia mendapatkan tanggapan yang buruk oleh beberapa masyarakat pasalnya mereka menilai bahwa UNAS SD masih terlalu dini untuk para pelajar “putih merah”.
Pasalnya UNAS sendiri membutuhkan persiapan yang matang dari siswa, guru, dan sarana prasarananya. Kondisi sekilah di Indonesia sangat beragam ada ynag mapan dan ada yang memprihatinkan.Sebagai perbandingan kita lihat saja antara sekoalah yang ada di kota-kota besar dan daerah-daerah pelosok.
Belum lagi masalah lainnya mengenai tenaga Pengajar dan kebutuhan siswa akan buku pelajaran di daerah-daerah pelosok. Para tenaga Pengajar di daerah pelosok masih banyak yang belum memiliki sertifikasi Guru sebagaimana yang telah distandarkan Pemerintah. Kemudian masalah harga buku pelajaran yang mahal menjadi masalah tersendiri bagi siswa SD dengan latar belakang ekonomi menengah ke bawah.
Masalah lainnya yang tak kalah penting sehingga menimbulkan kontroversi UNAS SD ini yaitu masalah masih adanya kondisi sekolah yang memprihatinkan di beberapa daerah. Hal ini menunjukkan bahwa pemerinatah kurang konsisten dan terlalu memaksakan kehendak.
Sebenarnya masalah kontroversi UNAS SD tak perlu dipersoalkan begitu sulit karena dilihat dari komposisi soal-soal UNAS itu sendiri terdiri dari 25% soal dari pusat dan 75% soal dari daerah. Dilihat dari pebandingan di atas menunjukkan bahwa posisi pemerintah tidak dominan. Sehingga daerah bisa menentukan sendiri soa-soal yang sesuai dengan kondisi siswanya.
KONTROVERSI UNAS SD
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar